TSriBSA8GfrlBSClGpMiGpYoGi==

Tindak Lanjut Arahan Menteri PU, BPJN Kalbar & PUPR Kubu Raya Bergerak Cepat Atasi Jembatan Roboh

                     Ket Foto : Istimewa

Pontianak,Kalbar —Monitorkrimsus.com

Menyusul peristiwa ambruknya jembatan penghubung antarwilayah di Kecamatan Kubu, Kabupaten Kubu Raya, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Kalimantan Barat bergerak cepat berkoordinasi dan turun langsung ke lokasi bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kubu Raya. Langkah nyata ini dilakukan sebagai tindak lanjut langsung untuk menilai kerusakan dan merumuskan langkah penanganan pasca kejadian yang sangat mengganggu aktivitas warga tersebut, Sabtu (23/5/2026).

Kepala Seksi Pembangunan Jalan dan Jembatan BPJN Kalbar, Usman, S.T., M.T., menjelaskan bahwa kunjungan kerja dan peninjauan bersama ini merupakan respon cepat atas arahan langsung dari Menteri Pekerjaan Umum. Pihak pusat diketahui memberikan perhatian serius dan meminta agar kondisi fasilitas jalan dan jembatan yang menjadi urat nadi mobilitas masyarakat di wilayah terdampak segera ditangani dan dicarikan solusi terbaik.

"Hari ini kami bersama Kepala Dinas PUPR Kabupaten Kubu Raya turun langsung ke lokasi untuk meninjau kondisi riil sekaligus melakukan survei mendalam. Tujuannya guna merumuskan langkah-langkah penanganan yang paling tepat, efektif, dan bisa dilakukan segera pasca robohnya jembatan utama di Kecamatan Kubu ini," ungkap Usman di lokasi kejadian.

Usman menegaskan, keberadaan jembatan tersebut sangat vital dan strategis bagi masyarakat sekitar. Sebelumnya, bangunan ini menjadi satu-satunya akses utama yang dapat dilalui kendaraan roda empat, sehingga ambruknya struktur jembatan tersebut memberikan dampak yang sangat besar terhadap kelancaran mobilitas warga. Lebih jauh lagi, kondisi ini dinilai berpotensi menghambat berbagai sektor penting, mulai dari kelancaran arus perekonomian, akses pendidikan bagi pelajar, hingga pelayanan kesehatan dan pelayanan publik lainnya.

"Jembatan ini sangat penting dan menjadi tulang punggung akses masyarakat. Dengan robohnya struktur yang biasa dilewati kendaraan roda empat, tentu dampaknya sangat terasa dan langsung mengganggu roda perekonomian serta aktivitas keseharian warga. Kami sangat memahami kesulitan yang dirasakan masyarakat saat ini," jelas Usman.

Sementara untuk menjawab kebutuhan pergerakan warga sementara waktu, Usman memastikan bahwa masih tersedia jalur alternatif yang bisa dimanfaatkan, yakni Jembatan Gantung Keraton. Lokasi jembatan ini berada sekitar 400 meter dari lokasi jembatan yang ambruk dan saat ini masih layak serta aman digunakan sebagai lintasan pengalihan, khususnya bagi kendaraan roda dua dan pejalan kaki. Jembatan gantung tersebut diketahui baru dibangun pada tahun 2021 lalu dengan kondisi yang masih baik dan terawat.

Menutup keterangannya, Usman menyampaikan bahwa saat ini tim teknis dari BPJN Kalbar bersama Pemerintah Kabupaten Kubu Raya sedang terus mengkaji dan menganalisis berbagai opsi penanganan terbaik. Mulai dari perbaikan darurat hingga rencana pembangunan kembali struktur jembatan secara permanen, semuanya sedang dipelajari agar akses masyarakat dapat pulih kembali normal secepat mungkin dan aman digunakan dalam jangka panjang.


Publisher : A@

Komentar0

Type above and press Enter to search.