TSriBSA8GfrlBSClGpMiGpYoGi==

Orang Tajir Dunia Berlomba Bikin Bunker Bawah Tanah, Apakah Kiamat akan Terjadi?

Oleh : Rosadi Jamani Ketua Satupena Kalbar

Pontianak — Monitorkrimsus.com

Setiap hari kita ngopi, nyantai, cari duit, dan merasakan hidup bahagia. Sementara di seberang sana, orang-orang tajir dunia malah sibuk membangun bunker bawah tanah. Mereka seolah tahu dunia akan kiamat. Simak narasinya sambil seruput Koptagul, wak!

Fenomena orang tajir membangun bunker itu nyata dan datanya jelas. Keanggotaan bunker elit di Amerika Serikat ada yang tembus USD 20 juta per orang dengan slot terbatas, ratusan anggota saja. Proyek-proyek bunker modern bermunculan di Kansas dan South Dakota. Sementara Eropa punya The Oppidum di Ceko, bunker seluas sekitar 7.000 meter persegi yang lebih mirip markas film James Bond. Selandia Baru dan Skotlandia ikut jadi primadona karena lokasinya jauh dari pusat konflik global, politik relatif stabil, dan sumber daya alam melimpah. Bagi orang super kaya, bunker sekarang bukan cuma tempat berlindung, tapi simbol status, setara jet pribadi dan pulau pribadi.

Pertanyaannya, kenapa orang-orang paling kaya di dunia kelihatan begitu siap menghadapi akhir zaman? Jawabannya bukan karena mereka kebanyakan nonton film kiamat, tapi karena membaca arah politik global. Perjanjian pengendalian senjata nuklir New START antara Amerika Serikat dan Rusia akan berakhir Februari 2026. Selama ini, perjanjian itu membatasi jumlah hulu ledak strategis maksimal 1.550 per negara. Kalau berakhir tanpa perpanjangan, tidak ada lagi batas resmi. Artinya, dunia kembali ke situasi mirip Perang Dingin, tapi dengan teknologi lebih canggih dan waktu reaksi lebih singkat.

Di Asia Selatan, ketegangan India dan Pakistan juga bukan cerita lama. Pada Mei 2025, dua negara bersenjata nuklir ini sempat terlibat bentrokan militer selama beberapa hari, yang disebut sebagai konflik paling serius sejak Kargil 1999. Para analis menilai potensi eskalasi tetap ada, apalagi jika dipicu serangan teror atau krisis politik. Di saat yang sama, China mempercepat pembangunan silo rudal dan modernisasi senjata nuklir. Sementara Korea Utara terus melakukan uji coba rudal balistik antarbenua dan mengklaim mampu menjangkau Amerika Serikat.

Secara ilmiah, ketakutan akan perang nuklir bukan isapan jempol. Ledakan nuklir memang mengerikan, tapi dampak paling mematikan justru datang setelahnya. Para ilmuwan menjelaskan skenario nuclear winter, ketika asap dan debu dari kota-kota yang terbakar menutupi atmosfer dan menghalangi sinar matahari selama berbulan-bulan. Suhu global bisa turun hingga 7–8 derajat Celsius. Ini menyebabkan gagal panen massal dan krisis pangan dunia. Bahkan konflik nuklir regional dengan ratusan hulu ledak saja sudah cukup memicu kelaparan global. Karena itu, Jam Kiamat dari Bulletin of the Atomic Scientists kini berada sangat dekat dengan tengah malam.

Lalu bagaimana dengan Indonesia? Sampai sekarang tidak ada catatan resmi soal bunker mewah ala miliarder dunia. Yang ada justru bunker peninggalan Belanda dan Jepang di beberapa kota, dibangun untuk kebutuhan militer masa lalu, bukan gaya hidup elit. Faktor geologi yang rawan gempa dan vulkanik, serta konteks ekonomi, membuat bunker bawah tanah mewah kurang populer. Orang kaya di Indonesia cenderung memilih vila di pegunungan atau pulau pribadi sebagai “tempat aman”.

So, apakah kiamat akan terjadi? Tidak ada yang tahu. Tapi satu hal jelas, ketika orang-orang paling kaya di dunia rela menghabiskan ratusan juta dolar untuk hidup di bawah tanah, itu sinyal, dunia sedang tidak baik-baik saja. Di ujung zaman nanti, mungkin bukan soal siapa paling siap secara moral, tapi siapa paling siap secara finansial. Kita di warung kopi, cuma bisa mengaduk gula sambil bertanya, semoga kiamatnya masih lama.

Foto Ai hanya ilustrasi

Publisher : Kris#camanewak

Komentar0

Type above and press Enter to search.