Ket Foto : Istimewa
Purwaikartta, Jabar — Monitorkrimsus. com
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Purwakarta menggelar Sidang Paripurna Istimewa dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Purwakarta, Senin (20/7/2026). Prosesi yang berlangsung khidmat ini menjadi momen bersejarah bagi seluruh elemen daerah untuk kembali meneguhkan komitmen bersama menjaga dan melestarikan identitas budaya sebagai pondasi utama pembangunan daerah.
Sidang Paripurna dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kabupaten Purwakarta dan dihadiri oleh Bupati Purwakarta, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), tokoh masyarakat, tokoh agama, para budayawan, serta berbagai tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya, pimpinan DPRD menegaskan bahwa di tengah derasnya arus globalisasi dan modernisasi yang melanda, Purwakarta harus tetap berdiri kokoh berpegang pada akar budaya dan sejarah leluhurnya.
"Hari jadi bukan sekadar seremoni tahunan yang berlalu begitu saja. Ini adalah pengingat bagi kita semua bahwa Purwakarta besar dan berkembang karena budayanya. Tanpa identitas budaya yang kuat, pembangunan fisik apa pun hanya akan menjadi bangunan yang megah namun tanpa jiwa," tegas Ketua DPRD di hadapan peserta sidang.
🎭 Budaya Sebagai Penjaga Jati Diri Daerah
Para anggota DPRD menyoroti pentingnya mengintegrasikan nilai-nilai luhur budaya Sunda ke dalam setiap kebijakan dan program pembangunan daerah, mulai dari bidang pendidikan, pariwisata, hingga tata kelola pemerintahan.
Menurut Dewan, kearifan lokal seperti nilai gotong royong, silih asih, silih asuh, dan silih asah harus terus dihidupkan kembali di tengah masyarakat. Nilai-nilai tersebut dinilai mampu menjadi tameng yang kuat melindungi generasi muda dari dampak negatif media sosial serta gaya hidup konsumtif yang tidak sesuai dengan jati diri bangsa.
"Generasi muda kita harus bangga menjadi orang Purwakarta. Bangga berbahasa Sunda, bangga mengenakan busana dan batik khas daerah, serta bangga menjaga tradisi upacara adat. Itulah identitas sejati yang tidak bisa dibeli dengan harta apa pun," lanjut pimpinan sidang.
DPRD juga memberikan apresiasi tinggi terhadap langkah-langkah Pemerintah Kabupaten Purwakarta yang selama ini konsisten mengangkat seni dan budaya lokal. Hal ini terlihat dari terselenggaranya berbagai agenda seperti Festival Bale Raos, Hari Wayang Nasional, hingga penguatan kurikulum muatan lokal di lingkungan sekolah.
📝 Rekomendasi Strategis
Dalam sidang istimewa tersebut, DPRD menyampaikan sejumlah rekomendasi strategis untuk ke depannya: pertama, penguatan alokasi anggaran guna pelestarian cagar budaya dan pengembangan sanggar seni; kedua, mendorong setiap desa di Purwakarta memiliki agenda pelestarian budaya tahunan; serta ketiga, menjadikan kekayaan budaya sebagai daya tarik utama pariwisata daerah.
"Kami ingin Purwakarta tidak hanya dikenal sebagai kawasan industri atau lokasi waduk semata. Melainkan juga dikenal luas sebagai daerah yang menjaga adat, menjunjung tinggi seni, dan merawat sejarah dengan penuh tanggung jawab," ujarnya.
Bupati Purwakarta yang hadir dalam sidang tersebut turut menyampaikan persetujuan dan dukungan penuh. Ia menegaskan Pemkab siap bersinergi erat dengan DPRD untuk menjadikan budaya sebagai arus utama dalam setiap langkah pembangunan.
"Tanpa budaya, kita bisa kehilangan arah. Namun dengan budaya, kita memiliki kompas yang menuntun langkah kita ke depan," ujar Bupati.
🏅 Apresiasi Bagi Pelestari Warisan
Rangkaian acara dilanjutkan dengan pemberian penghargaan dan apresiasi kepada para tokoh budaya, seniman, serta pegiat tradisi di Purwakarta. Penghargaan ini diserahkan sebagai bentuk penghormatan tulus atas dedikasi mereka menjaga warisan leluhur agar tidak punah ditelan zaman.
Salah satu budayawan yang hadir mengungkapkan harapan mendalam agar momen hari jadi ini menjadi titik balik kesadaran bersama.
"Jangan sampai anak cucu kita kelak hanya mengenal Purwakarta dari cerita lisan semata. Mereka harus bisa melihat, merasakan, dan mengalaminya secara langsung," katanya.
Sidang ditutup dengan doa bersama serta pembacaan kembali sejarah berdirinya Kabupaten Purwakarta. Suasana haru menyelimuti ruangan saat lagu daerah dan puisi tentang kebesaran Purwakarta dibawakan oleh para pelajar.
Dengan semangat besar "Purwakarta Istimewa", DPRD mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menjadi duta budaya sejati. Sebab identitas budaya bukanlah milik pemerintah saja, melainkan milik seluruh warga Purwakarta.
Di usianya yang terus bertambah, Purwakarta mendapatkan pesan mendalam: Maju boleh, modern boleh, namun jangan pernah melupakan dari mana kita berasal.
Publisher : Edi Tanam (Beloy)

Komentar0