TSriBSA8GfrlBSClGpMiGpYoGi==

Klarifikasi Proyek Irigasi Rawa Tebas Sambas: Pohon Dipertahankan Atas Aspirasi Warga, Adendum Kontrak Sesuai Kondisi Lapangan

                          Ket Foto : Istimewa 


SAMBAS, KALBAR — Monitorkrimsus. com

Proyek Peningkatan Daerah Irigasi Rawa Tebas (Komplek Kebun Jeruk), Kecamatan Tebas, Kabupaten Sambas, yang bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2026, menjadi sorotan publik menyusul munculnya sejumlah pertanyaan terkait pelaksanaan pekerjaan di lapangan. Menanggapi berbagai informasi yang beredar, pihak pelaksana bersama pemberi tugas menyampaikan klarifikasi resmi guna memberikan gambaran utuh dan transparan kepada masyarakat.

Proyek ini awalnya bernilai kontrak Rp22.794.979.000, yang kemudian mengalami penyesuaian melalui Adendum-02 menjadi Rp21.750.000.000 — perubahan yang menjadi salah satu poin pertanyaan publik.

Pohon Kelapa Dipertahankan, Mengikuti Aspirasi Warga

Salah satu hal yang disorot adalah masih ditemukannya pohon kelapa dan tanaman produktif di sepanjang trase saluran irigasi. Pihak pelaksana menjelaskan hal itu dilakukan atas permintaan warga setempat setelah proses sosialisasi bersama pemerintah desa.

"Masyarakat justru meminta agar pohon yang masih produktif tetap dipertahankan sepanjang tidak mengganggu fungsi saluran. Sebagian pemilik juga tidak bersedia pohonnya ditebang." Ujar Wiwit Wijanarko Perwakilan Pelaksana Tekhnis. Senin (31/08/29).

Ditegaskan, dokumen kontrak tidak mengalokasikan dana ganti rugi tanaman tumbuh. Keputusan mempertahankan pohon bukan pengurangan pekerjaan, melainkan respons terhadap aspirasi masyarakat dan kondisi faktual di lapangan, dengan tetap menjamin struktur dan konstruksi memenuhi ketentuan teknis.

Fondasi dan Cerucuk Telah Dipasang Sesuai Kebutuhan Teknis

Terkait dugaan tidak digunakannya cerucuk pada fondasi, pihak pelaksana menegaskan pemasangan telah dilakukan pada titik-titik yang disyaratkan sesuai kebutuhan teknis dan didokumentasikan lengkap. Kualitas konstruksi tidak dapat dinilai sekadar dari pengamatan visual, melainkan harus melalui pemeriksaan menyeluruh mencakup gambar kerja, spesifikasi teknis, dan hasil pengukuran di lapangan. Apabila ditemukan ketidaksesuaian, pihak pelaksana menyatakan siap melakukan perbaikan sesuai ketentuan.


Mutu Konstruksi dan Kerusakan Akan Diverifikasi Secara Teknis

Mengenai kualitas pasangan batu, besi pengikat, serta bagian konstruksi yang mengalami kerusakan, penilaian harus didasarkan pada pemeriksaan material, pengujian, dan pencocokan dengan dokumen desain. Penyebab kerusakan perlu ditelusuri secara objektif — mulai dari kondisi tanah, tekanan air, cuaca, hingga metode pelaksanaan. Bagian yang tidak memenuhi syarat wajib diperbaiki oleh penyedia jasa sesuai mekanisme kontrak.

Penurunan Nilai Kontrak Bukan Otomatis Kerugian Negara

Perubahan nilai kontrak melalui Adendum-02 menjadi sorotan tersendiri. Pihak pelaksana menjelaskan penyesuaian volume dilakukan berdasarkan kebutuhan aktual di lapangan dan telah melalui prosedur adendum yang berlaku. Pembayaran hanya dilakukan atas pekerjaan yang benar-benar terlaksana dan terukur.

"Perbedaan nilai kontrak tidak serta-merta dapat disimpulkan sebagai kerugian negara. Diperlukan pemeriksaan menyeluruh oleh instansi berwenang untuk menentukan ada atau tidaknya kerugian keuangan negara." Ungkap Wiwit. 

Tudingan Pemberian Uang kepada Media Diminta Dibuktikan

Terkait tudingan adanya pemberian uang kepada pihak media agar pemberitaan tidak ditayangkan, pihak pelaksana menegaskan hal itu merupakan tuduhan serius yang memerlukan bukti sah dan klarifikasi langsung dari pihak-pihak yang disebut terlibat. Pihak pelaksana menyatakan menghormati kebebasan pers dan fungsi kontrol sosial yang diemban media.

Terbuka Terhadap Pemeriksaan dan Verifikasi Menyeluruh

Pihak pelaksana menyatakan terbuka sepenuhnya terhadap pemeriksaan maupun verifikasi oleh instansi yang berwenang, dengan mengacu pada dokumen kontrak, gambar kerja, spesifikasi teknis, serta dokumentasi lapangan.

Proyek irigasi ini diharapkan dapat mendukung produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani di Kecamatan Tebas. Seluruh pihak diharapkan mengedepankan transparansi, verifikasi fakta, dan mekanisme resmi guna memastikan pelaksanaan proyek berjalan sesuai ketentuan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Publisher : Krista

 

Komentar0

Type above and press Enter to search.