TSriBSA8GfrlBSClGpMiGpYoGi==

Kadiv Investigasi MAUNG Lampung Jauhari: Serukan Seluruh Jajaran Siaga — Himbau Masyarakat Lindungi Kesehatan dan Kebersihan!

                        Ket Foto : Ilustrasi (Ist)


BANDAR LAMPUNG —Monitorkrimsus.com

Erupsi menerus Gunung Anak Krakatau (GAK) yang berlangsung sejak Sabtu, 5 September 2026, terus menyebarkan abu vulkanik hingga ke wilayah daratan, termasuk Kota Bandar Lampung. Menyikapi kondisi tersebut, Pemerintah Kota Bandar Lampung melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) segera bergerak melakukan penyemprotan air di sejumlah ruas jalan protokol agar debu tidak terus beterbangan dan mengganggu aktivitas warga.

Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana, menyampaikan bahwa langkah ini diambil demi kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan. Selain itu, seluruh kecamatan juga diarahkan untuk melakukan pendataan menyeluruh guna mengetahui sebaran wilayah terdampak, sehingga penanganan selanjutnya dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan terarah.

Kepala Dinas Damkarmat Kota Bandar Lampung, Antoni Irawan, juga menegaskan bahwa pihaknya telah mengerahkan armada dan personel guna melaksanakan penyemprotan serta pendataan berkelanjutan.

Perkembangan ini menjadi sorotan utama DPD LSM MAUNG Lampung, yang mengapresiasi langkah cepat Pemkot sekaligus mengingatkan perlunya kesiapan menyeluruh menghadapi segala kemungkinan yang bisa muncul.
 
*Kadiv Investigasi DPD MAUNG Lampung Jauhari: Seruan Kesiapan Jajaran dan Himbauan Positif Kepada Masyarakat*

Merespons situasi ini, Jauhari, selaku Kepala Divisi Investigasi DPD LSM MAUNG Lampung, menyampaikan pernyataan resmi sekaligus arahan khusus kepada seluruh jajaran pengurus dan anggota.

"Kami dari DPD MAUNG Lampung mengapresiasi langkah cepat yang diambil Pemerintah Kota Bandar Lampung, BPBD, serta Damkarmat dalam menangani dampak abu vulkanik. Penyemprotan jalan dan pendataan wilayah terdampak adalah langkah yang sangat tepat dan diperlukan. Namun, kami juga mengingatkan: erupsi Gunung Anak Krakatau ini masih berlangsung, intensitasnya tercatat sebagai yang tertinggi tahun ini, dan segala kemungkinan tetap bisa terjadi. Kita tidak boleh lengah, tidak boleh berpuas diri hanya dengan apa yang sudah dilakukan saat ini," ujar Jauhari. Selasa (08/09/26).

Oleh karena itu, saya menegaskan dan menyerukan kepada seluruh jajaran pengurus serta anggota MAUNG Lampung, dari tingkat kota hingga desa: tetap siaga, tetap berkoordinasi erat, dan siap bergerak kapan saja. "Pastikan saluran komunikasi terbuka, pantau perkembangan informasi dari sumber resmi, dan jadilah penghubung yang andal antara masyarakat dan pihak berwenang. Kami ada di sini untuk mengawal, membantu, dan memastikan penanganan berjalan merata, transparan, dan tidak ada warga yang terabaikan," Sambungnya

Kami juga mengacu pada ketentuan hukum yang berlaku: berdasarkan Pasal 5 ayat (1) UU No. 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana, pemerintah berkewajiban menjamin perlindungan dan keselamatan masyarakat. "Begitu pula Pasal 11 ayat (1) UU No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, yang menegaskan setiap orang berhak atas lingkungan hidup yang baik dan sehat. Hak ini harus terpenuhi, dan kewajiban penanganan harus berjalan maksimal," jelas Jauhari.


*Himbauan Positif: Tenang, Waspada, dan Saling Membantu*

Jauhari juga menyampaikan pesan-pesan penting kepada seluruh masyarakat Lampung, agar tetap bersikap tenang namun tidak lengah.

"Kepada seluruh warga Lampung: mari kita hadapi situasi ini dengan kepala dingin dan hati yang tenang. Tidak perlu panik, namun wajib waspada. Beberapa hal penting yang perlu diperhatikan bersama:" Serunya

"✅ Lindungi kesehatan diri dan keluarga: Gunakan masker atau kain penutup hidung dan mulut saat beraktivitas di luar ruangan, terutama jika debu masih beterbangan. Gunakan kacamata pelindung jika perlu. Segera bersihkan diri dan ganti pakaian setelah beraktivitas di luar. Hal ini penting mencegah gangguan pernapasan maupun iritasi mata dan kulit,"

"✅ Jaga kebersihan lingkungan: Bersihkan debu di sekitar rumah dengan cara disiram sedikit air terlebih dahulu agar tidak beterbangan kembali. Jangan menyapu kering. Pastikan saluran air tidak tersumbat, agar jika nanti turun hujan, air bisa mengalir lancar dan tidak menimbulkan masalah baru,"

"✅ Perhatikan kebutuhan air bersih dan kesehatan: Simpan cadangan air bersih yang cukup, dan pastikan kebutuhan obat-obatan dasar tersedia. Khususnya bagi lansia, anak-anak, serta penderita penyakit pernapasan atau jantung — pastikan mereka tetap berada di ruangan yang aman dan bersih, serta terawatan kesehatannya,"

"✅ Dapatkan informasi hanya dari sumber resmi: Percayalah informasi yang disampaikan oleh BPBD, BMKG, Dinas Kesehatan, maupun pemerintah daerah. Jangan mudah menyebarkan berita yang belum jelas kebenarannya, karena hal itu hanya akan menimbulkan kepanikan yang tidak perlu,"

"✅ Perkuat semangat gotong royong: Bantu tetangga yang membutuhkan, terutama yang kurang mampu atau berusia lanjut. Kesulitan akan terasa lebih ringan jika kita berjalan bersama-sama,"

"Ingatlah, abu vulkanik pada dasarnya adalah bahan alam. Selama kita bersikap waspada, menjaga kebersihan, dan mengikuti arahan pihak berwenang, kita bisa melewati ini dengan selamat. Kekuatan terbesar kita bukanlah pada perlengkapan semata, melainkan pada ketenangan, kesatuan, dan kepedulian kita sesama warga," tambah Jauhari.

*DPD MAUNG Lampung: Siap Mengawal dan Mendukung Penanganan Secara Berkelanjutan*

"DPD MAUNG Lampung akan terus memantau perkembangan situasi ini setiap saat. Kami mendukung penuh langkah pemerintah, namun juga akan terus mengawal agar penanganan menyentuh seluruh lapisan masyarakat, terutama di wilayah-wilayah yang jauh dari pusat kota. Kami berharap Pemkot dan Pemprov terus meningkatkan upaya penanganan, memperluas jangkauan penyemprotan, serta menyiapkan sarana kesehatan dan perlindungan yang memadai," pungkas Jauhari.
 
Sampai berita ini diterbitkan, situasi abu vulkanik masih terpantau di beberapa wilayah. DPD MAUNG Lampung mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan mengikuti arahan pihak berwenang.

 
Publisher : TIM/RED
Penulis : TIM MAUNG
Ket Foto : Ilustrasi (Ist)

Komentar0

Type above and press Enter to search.