TSriBSA8GfrlBSClGpMiGpYoGi==

KLARIFIKASI RESMI DINKES PURWAKARTA: SISWI SD SINGAWINATA MENINGGAL SEMINGGU SETELAH VAKSIN, BUKAN 2 HARI — HASIL INVESTIGASI KIPI DITUNGGU

                         Doc : Tim Liputan

PURWAKARTA —Monitorkrimsus.com

Dinas Kesehatan Kabupaten Purwakarta akhirnya memberikan klarifikasi resmi terkait kasus meninggalnya Lania, siswi kelas I SD Singawinata, sekaligus menemui keluarga korban untuk menyampaikan ucapan belasungkawa. Langkah ini dilakukan menyusul berkembangnya informasi yang sebelumnya beredar di masyarakat.

Dalam keterangannya, Sekretaris Dinas Kesehatan Purwakarta, Yandi, didampingi Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, dr. Eva Listia Dewi, serta Kepala Puskesmas Purwakarta Kota, meluruskan kronologi yang sebelumnya tidak akurat.

"Berdasarkan hasil konfirmasi bersama pihak sekolah dan keluarga, korban menerima vaksinasi sekitar satu minggu sebelum sakit, bukan dua hari seperti yang sebelumnya beredar," jelas dr. Eva Listia Dewi.

Dijelaskan, setelah jeda waktu sekitar satu minggu pasca vaksinasi, Lania kemudian mengalami sakit dan pertama kali dibawa untuk berobat ke RS Amira Purwakarta. Karena kondisinya memburuk, korban kemudian dirujuk ke RS Abdul Rojak Purwakarta untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut, namun nyawa si kecil tidak dapat diselamatkan.

Dengan demikian, dugaan bahwa korban meninggal dua hari setelah vaksinasi secara otomatis terbantahkan. Namun demikian, Dinas Kesehatan menyatakan penyebab pasti kematian masih memerlukan penelusuran mendalam melalui mekanisme Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI).

"Kita tidak bisa langsung menyimpulkan bahwa ini disebabkan oleh vaksin. Akan dilakukan penelusuran menyeluruh, termasuk riwayat kesehatan anak sebelum divaksin, jenis vaksin yang diberikan, serta hasil rekam medis selama perawatan di RS Amira dan RS Abdul Rojak. Hasil akhirnya akan menentukan apakah kejadian ini termasuk KIPI atau ada faktor medis lain yang mendasarinya," ungkap sumber dari Dinkes Purwakarta. Kamis (17/09/26).

Masyarakat Diminta Tetap Tenang

Dinas Kesehatan mengimbau masyarakat, khususnya orang tua siswa di lingkungan SD Singawinata dan sekitarnya, untuk tetap tenang dan tidak panik. Program imunisasi anak di sekolah tetap berjalan sesuai jadwal karena penting untuk perlindungan kesehatan anak.

"Kepada keluarga besar Lania, kami turut berduka cita yang sedalam-dalamnya. Hasil investigasi dari Komnas KIPI akan diumumkan secara terbuka dan transparan. Sementara itu, kami mohon masyarakat menunggu hasil resmi tersebut agar tidak menimbulkan kesalahpahaman yang merugikan banyak pihak," tambah Sekdis Yandi.

Awak Media juga berharap proses investigasi berjalan objektif dan hasilnya dipublikasikan secara terbuka, sehingga kebenaran dapat diketahui semua pihak dan keraguan di masyarakat dapat terjawab dengan data yang akurat.

Publisher: Edi Tanam (Beloy)

 

Komentar0

Type above and press Enter to search.