TSriBSA8GfrlBSClGpMiGpYoGi==

Di Tengah Tangisan Hutan yang Terbakar! DPP MAUNG Serukan Gerakan Reboisasi Masal Demi Keseimbangan Alam Kita yang Terluka!

                         Ket Foto : Ilustrasi (Ist)

JAKARTA — Monitorkrimsus. com

Asap masih mengepul di sejumlah penjuru negeri. Kabut asap masih menyelimuti pemukiman warga. Anak-anak masih menutup hidung saat berjalan ke sekolah. Dan di kejauhan, barisan pohon yang hangus berdiri sunyi, seolah menatap langit dalam kepedihan yang tak terucap. Di bawah reruntuhan dahan yang terbakar, ada keheningan yang lebih dalam — keheningan yang ditinggalkan oleh ribuan makhluk hidup yang kehilangan rumah mereka.

Di tengah kenyataan pahit itu, DPP LSM MAUNG menyampaikan seruan yang mengalir dari lubuk hati terdalam — bukan sekadar seruan untuk menanam pohon demi manusia, melainkan seruan untuk memeluk kembali rumah besar yang menaungi kita semua: hutan, tempat di mana jutaan nyawa tinggal, tumbuh, dan hidup berdampingan.

 HUTAN BUKAN HANYA POHON — IA RUMAH BAGI SEGALA MAKHLUK HIDUP

"Ketika kita membakar hutan, kita tidak sekadar menghancurkan pepohonan. Kita merobohkan rumah ribuan hewan — burung yang bersarang di dahan, mamalia yang berlindung di rimbunan, serangga yang hidup di sela-sela dedaunan, hingga makhluk-makhluk kecil yang tak kasat mata namun menjaga kesuburan tanah. Semuanya kehilangan tempat pulang. Semuanya terancam punah," ungkap Hadi Wijaya perwakilan DPP LSM MAUNG dengan suara penuh keprihatinan. Kamis (29/10/26).

Hutan adalah rumah bagi keanekaragaman hayati yang luar biasa: harimau, orangutan, gajah, beruang, berbagai jenis kera, burung-burung endemik, amfibi, reptil, serangga, tanaman obat, hingga mikroorganisme tanah yang tak terhitung jumlahnya. Setiap satu pohon yang ditebang berarti satu ruang kehidupan yang lenyap. Setiap satu hektar hutan yang terbakar berarti ribuan nyawa yang terancam mati atau terasing dari habitat aslinya.

BENCANA BERULANG, LUKA YANG SEMAKIN LEBAM

Bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berulang tahun demi tahun bukanlah sekadar berita di media. Ia adalah bukti nyata bahwa keseimbangan alam kita telah terganggu parah. Di balik setiap titik panas yang terdeteksi, tersembunyi persoalan yang lebih dalam:

- Alih Fungsi Hutan: Kawasan hutan yang luas berubah menjadi perkebunan sawit, pemukiman, atau kawasan industri tanpa memperhatikan nasib makhluk hidup yang tinggal di dalamnya.
- Kebakaran Hutan & Lahan: Ribuan hektar hutan hilang setiap tahunnya. Asapnya meracuni udara, apinya mematikan satwa liar, dan bekasnya meninggalkan tanah yang tandus dan tak berpenghuni.
- Penebangan Liar: Pohon-pohon tua ditebang tanpa izin, membiarkan hutan terbuka dan rentan. Hewan-hewan kehilangan sumber makanan dan tempat berlindung.
- Perambahan Hutan: Batas kawasan hutan terus mundur, mendesak satwa liar masuk semakin dalam ke wilayah manusia — berbahaya bagi mereka, berbahaya juga bagi kita.
- Banjir & Kekeringan: Tanpa hutan, air meluncur deras membawa tanah — banjir datang lebih dahsyat. Saat musim kemarau, matahari membakar bumi — kekeringan datang lebih lama. Semua terhubung. Semua berdampak.

"Kita tidak bisa hanya memadamkan api lalu berpura-pura semuanya baik-baik saja. Kita tidak bisa hanya menanam pohon lalu melupakan siapa yang tinggal di sana. Reboisasi bukan sekadar menanam kayu — ia adalah upaya mengembalikan rumah bagi burung, bagi mamalia, bagi serangga, bagi segala mahluk hidup yang Tuhan titipkan di bumi ini," tegas DPP MAUNG.


SERUAN GERAKAN REBOISASI MASAL — KEMBALIKAN RUMAH MEREKA YANG TELAH HILANG

Menyaksikan kerusakan yang semakin meluas, DPP LSM MAUNG mendesak kepada Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, serta seluruh instansi terkait untuk segera menggerakkan langkah nyata:

"Kepada Pemerintah: Segera luncurkan gerakan reboisasi masal dan berkelanjutan di seluruh kawasan hutan yang rusak. Jangan hanya menanam jenis pohon komersial — tanamlah kembali keragaman hayati asli daerah tersebut, agar satwa liar dapat kembali menemukan rumah dan makanannya. Lindungi kawasan hutan yang tersisa dari perambahan, penebangan liar, dan alih fungsi yang tidak bertanggung jawab. Ingatlah: hutan yang utuh adalah hak segala makhluk hidup, bukan hak manusia semata." Tegasnya

Selain itu, kepada masyarakat, pelaku usaha, dan seluruh elemen bangsa: Jagalah hutan bukan karena ia milik kita — tapi karena kita juga bagian darinya. Di sana hidup makhluk-makhluk yang Tuhan ciptakan sebelum kita ada. "Mereka juga punya hak untuk hidup, berkembang biak, dan membesarkan keturunannya dengan tenang. Kita bukan pemilik bumi — kita hanya pengelola yang akan dimintai pertanggungjawaban atas apa yang kita lakukan terhadapnya." Ungkapnya

Ketika kita menanam satu bibit hari ini, kita bukan sekadar menanam kayu. Kita sedang menyiapkan tempat berteduh bagi burung esok hari. Kita sedang menyediakan sumber makanan bagi hewan yang kelaparan. Kita sedang menjaga keseimbangan udara yang kita hirup setiap saat. Segala mahluk hidup saling terhubung. "Jika hutan sakit, kita semua sakit. Jika hutan sehat, kehidupan pun berlimpah. Jangan tunggu sampai hutan habis, jangan tunggu sampai satwa punah, jangan tunggu sampai bencana datang berulang. Saatnya berbuat — untuk kita, untuk anak cucu kita, dan untuk segala mahluk hidup yang berbagi bumi ini bersama kita."  Pungkas DPP LSM MAUNG
Menjaga Hutan, Menjaga Segala Kehidupan di Dalamnya.

Publisher : TIM/RED
Penulis : TIM MAUNG
Ket Foto : Ilustrasi (Ist)


 

Komentar0

Type above and press Enter to search.