Ket Foto : Ilsustrasi (Ist)
JAKARTA — Monitorkrimsus.com
Dalam sebuah pernyataan mendalam yang menyentuh nurani bangsa, Krista Hadi Wijaya, Sekretaris Jenderal Rangkulan Jajaran Wartawan dan Lembaga Indonesia (RAJAWALI), menyampaikan pesan sekaligus peringatan tulus kepada seluruh jajaran aparat penegak hukum di seluruh negeri agar senantiasa bercermin pada filosofi Dewi Keadilan — simbol keadilan universal yang telah dijunjung sejak zaman dahulu. Beliau menegaskan pentingnya menegakkan hukum yang benar-benar berkeadilan — hukum yang tidak hanya tajam kepada yang lemah, tetapi juga tegas kepada siapa pun, tanpa memandang kedudukan dan kekuasaan.
"Kepada seluruh aparat penegak hukum, marilah kita sesaat bercermin pada sosok Dewi Keadilan — sosok yang memegang timbangan di tangan kanan dan pedang di tangan kiri, dengan mata tertutup. Mata tertutup itu bukan buta, melainkan simbol bahwa keadilan tidak boleh memihak wajah, tidak melihat pangkat, tidak memandang harta, dan tidak dibisiki kekuasaan. Timbangannya seimbang: kebenaran di satu sisi, keadilan di sisi lain. Pedangnya terhunus dua arah sekaligus: menindak yang bersalah sekaligus melindungi yang lemah." Tega Krista Sekjen DPP RAJAWALI. Sabtu (24/10/26).
Ketika mata Dewi Keadilan terbuka hanya untuk melihat siapa yang berkuasa, ketika timbangannya miring karena dijatuhi uang atau pengaruh, dan ketika pedangnya hanya terhunus ke arah yang lemah namun dikembalikan ke sarung saat menghadapi yang berkuasa — maka keadilan itu mati, dan rakyatlah yang menjadi korban. "Jika hukum hanya tajam ke bawah namun tumpul ke atas, jika yang bersalah karena berkuasa dibiarkan, sementara yang tidak bersalah karena lemah dihukum — maka itu bukan lagi keadilan, melainkan penindasan yang dibungkus nama hukum." Tambahnya
Selain itu, hukum sejatinya harus bercermin pada keadilan. Namun yang kerap menjadi keprihatinan kita bersama, hukum di negeri ini terkadang terasa hanya tajam ke bawah, namun tumpul ke atas. "Ketidakadilan semacam ini bukan saja merugikan warga biasa, melainkan mencederai rasa keadilan seluruh bangsa." Tegasnya lagi dengan penuh semangat.
Lebih jauh, Krista Hadi Wijaya mengingatkan bahwa jabatan dan kekuasaan adalah amanat, bukan hak milik, dan siapa pun yang berusaha mempermainkan hukum, memutarbalikkan kebenaran, atau menggunakan segala cara untuk menghalangi keadilan, pada akhirnya tidak akan pernah bisa lepas dari keadilan itu sendiri.
"Bagi mereka yang bersikap tidak adil terhadap hukum, apalagi mempermainkan hukum dengan segala cara — takkan bisa lepas dari hukum. Kendati saat ini mereka seolah-olah bisa mempermainkan atau memutarbalikkan hukum, kemampuan itu tidak akan pernah lebih kuat dari hukum-hukum yang lebih tinggi: hukum sebab-akibat (Karma) , hukum alam, dan hukum keadilan Tuhan — baik di dunia maupun di akhirat kelak." Ungkapnya
Ingatlah kata kata Sekjen Rajawali, masa jabatan akan berakhir, seragam akan dilepas, dan kita semua akan berdiri sama tinggi di hadapan hukum Tuhan yang sesungguhnya adil. "Di sana tidak ada pangkat, tidak ada jabatan, tidak ada pengaruh — hanya amal dan kebenaran yang kita jalani selama hidup di dunia ini." Ujarnya lantang.
Oleh karena itu, beliau menegaskan dengan tegas:
"Sudah saatnya kita menegakkan hukum yang seadil-adilnya — kepada siapa pun, tanpa pandang bulu. Seperti sebuah pesan bijaksana: 'Bersenang-senanglah di dunia, namun niscaya kamu pasti masuk ke dalam kubur.' Semua kedudukan, kekuasaan, dan harta akan tertinggal. Yang akan dipertanggungjawabkan hanyalah amal dan keadilan yang pernah kita tegakkan." Serunya.
RAJAWALI: MATA YANG MELIHAT, HATI YANG BERJUANG
Sekjen RAJAWALI juga menguraikan makna keberadaan organisasi ini di tengah masyarakat:
"RAJAWALI hadir sebagai mata dan telinga masyarakat. Sebagai sorot mata yang tajam, siap membidik setiap ketidakadilan di manapun ia berada. Dengan cakar yang kokoh dan tajam, siap mencengkeram dan menegakkan hukum dan keadilan dengan berani dan tegas." Bebernya
Lebih lanjut, beliau menegaskan peran strategis RAJAWALI sebagai garda terdepan:
"Kami adalah garda terdepan bagi jajaran wartawan dan lembaga di seluruh Indonesia. Tugas kami bukan sekadar meliput berita, tetapi juga mempertahankan kebebasan pers, memberikan perlindungan dan advokasi kepada wartawan yang berjuang menyuarakan kebenaran, serta terus mendorong peningkatan profesionalisme jurnalistik yang berintegritas." Ucapnya
Tidak berhenti di situ, Krista Hadi Wijaya menekankan pentingnya persatuan di antara elemen-elemen masyarakat sipil:
"Kami percaya bahwa sendirian kita lemah, namun bersama kita tak terkalahkan. Oleh karena itu, RAJAWALI senantiasa memperkuat persatuan dan kesatuan bersama jajaran lembaga kontrol sosial, lembaga bantuan hukum, dan berbagai lembaga lainnya yang memiliki visi yang sama — membangun Indonesia yang adil, transparan, dan beradab." Tegasnya
Keadilan mungkin terlambat, tetapi tidak boleh diabaikan. Hukum yang benar-benar tegak lurus adalah hukum yang tidak membedakan wajah, kedudukan, maupun kekayaan. "Semoga kita semua menjadi bagian dari mereka yang memperjuangkan keadilan, bukan bagian dari mereka yang menghalanginya. Karena pada akhirnya, kebenaran akan selalu menang — tak hanya di pengadilan manusia, tetapi terlebih lagi di hadapan Pengadilan Yang Maha Agung." Pungkasnya mengakhiri
Publisher : TIM/RED
Penulis : TIM RAJAWALI
Ket Foto : Ilsustrasi (Ist)


Komentar0