Ket Foto : Ilustrasi (Ist)
JAKARTA —Monitorkrimsus com
Di tengah dinamika dunia yang semakin terasa penuh ketidakpastian, LSM Monitor Aparatur Untuk Negara dan Golongan (MAUNG) menyampaikan sebuah renungan mendalam untuk seluruh anak bangsa dan umat manusia. Bukan untuk menakut-nakuti, melainkan untuk mengingatkan — agar kita semua senantiasa eling dan waspada, kembali merenungkan arah perjalanan hidup kita di dunia yang fana ini.
RENUNGAN TENTANG TANDA BERAKHIRNYA ZAMAN:
Para ulama dan ahli tafsir dari berbagai tradisi keagamaan senantiasa mengingatkan: tanda-tanda berakhirnya zaman bukanlah sekadar cerita di masa lalu, melainkan peringatan yang harus membuat kita semakin sadar. Banyak ulama yang menguraikan berbagai isyarat tersebut — mulai dari rusaknya akhlak, hilangnya ilmu, merajalelanya kezaliman, hingga kebenaran yang dianggap salah dan kesalahan yang dianggap benar.
Terkait berbagai perhitungan dan tafsir yang menyebutkan angka 1500 — baik dalam konteks kalender maupun tanda-tanda zaman — para ulama memberikan beragam penjelasan. Sebagian menafsirkannya sebagai peringatan akan pentingnya kembali kepada ajaran ilahi sebelum datangnya waktu yang tak diketahui siapa pun kecuali Sang Pencipta. Namun yang terpenting dari semua tafsir itu bukanlah berfokus pada angka atau tanggalnya, melainkan apa yang kita lakukan saat ini. Seperti pesan para ulama: "Jika hari kiamat akan datang, sementara di tanganmu ada bibit pohon, maka tanamlah itu terlebih dahulu."
Para leluhur pun mewariskan petuah bijak:
"Hiduplah seolah-olah engkau akan mati besok, belajarlah seolah-olah engkau hidup selamanya."
"Dunia ini hanya persinggahan — jangan jadikan ia tempat berpulang yang sejati."
"Apa yang kau tanam di dunia, akan kau tuai di akhirat kelak."
FILSAFAT — SILOKA: MANG, ANG, UNG — KUNCI HIDUP LELUHUR: MAUNG
Dari kearifan lokal yang diwariskan para leluhur, terdapat filosofi mendalam yang terangkum dalam tiga kata: MANG, ANG, UNG — yang menyatu menjadi MAUNG:
MANG — Mengenal Diri, Menata Hati
Mang berarti menyadari siapa diri kita, dari mana asal, dan ke mana tujuan kita kembali. Mengenal diri adalah awal dari segala kebijaksanaan. Tanpa mengenal diri, seseorang mudah terbuai oleh pujian dunia, lupa pada asal-usulnya, dan sombong atas apa yang dimilikinya.
ANG — Berjalan di Jalan Benar, Jujur, dan Lurus
Ang adalah tekad untuk senantiasa berada di jalan yang benar, jujur dalam setiap perkataan, dan lurus dalam setiap niat. Tidak memutarbalikkan fakta demi keuntungan sesaat, tidak menaburkan kebohongan demi kekuasaan. Ang adalah keteguhan hati: apa yang terlihat di luar, harus sama dengan apa yang ada di dalam hati.
UNG — Menjaga Ucap, Tekad, dan Langkah
Ung berarti terjaganya keselarasan antara pikiran, perkataan, dan perbuatan. Apa yang diucapkan, itulah yang dilakukan. Apa yang diniatkan, diwujudkan dalam langkah. Tidak ada jurang antara kata dan tindakan. Mulut dan hati sejalan, tekad dan langkah selaras. Itulah keutamaan manusia yang sejati.
Ketiganya menyatu menjadi MAUNG! seseorang yang mengenal dirinya, berjalan benar dan jujur, serta selaras antara pikiran, kata, dan perbuatan layak disebut Manusia Unggul (MAUNG).
PESAN KHUSUS UNTUK PEMEGANG TALI PEMERINTAHAN DAN PENEGAK HUKUM:
Kepada para pemimpin bangsa, pejabat negara, anggota DPRD, aparat penegak hukum, dan seluruh yang dipercaya menjalankan roda pemerintahan:
"Jabatan adalah titipan rakyat. Kekuasaan adalah amanah dari Yang Maha Kuasa. Ingatlah, di atas langit masih ada langit. Apa yang tidak terlihat oleh manusia, tidak luput dari pengawasan Ilahi."
Gunakanlah kekuasaan untuk menegakkan keadilan, bukan untuk memperkaya diri. Gunakan wewenang untuk melindungi yang lemah, bukan untuk menguntungkan yang kuat. Ingatlah pesan para leluhur: "Kekuasaan sementara, kehormatan abadi. Harta sementara, amal yang menyertai." Keputusan yang kalian ambil hari ini, akan menjadi sejarah yang dicatat rakyat — dan yang lebih penting lagi, dicatat oleh catatan amal perbuatan kita semua.
Kepada para penegak hukum: tegakkan hukum dengan benar dan lurus. Jangan takut pada siapa pun selain kepada kebenaran. Hukum adalah pelindung seluruh rakyat, bukan alat untuk melindungi sebagian pihak saja. Jadilah penyeimbang yang adil di tengah masyarakat.
SERUAN KETUA DAN PENDIRI LSM MAUNG, HADYSA PRANA, KEPADA SELURUH JAJARAN PENGURUS DAN ANGGOTA MAUNG DI SELURUH INDONESIA:
Kepada seluruh keluarga besar LSM MAUNG dari Sabang hingga Merauke, dari Miangas hingga Pulau Rote — saudaraku seperjuangan yang dirahmati Tuhan,
"Di saat waktu terus berjalan dan tanda-tanda akhir zaman semakin nyata, saya mengingatkan kalian semua: tetaplah menjadi penegak kebenaran di lingkungan masing-masing. Tetaplah menjadi teladan yang baik di tengah masyarakat. Jadilah orang yang dipercaya karena kejujurannya, dihormati karena keteguhannya, dan dirindukan karena kebaikannya." Imbuhnya Sabtu (07/11/26).
"Jagalah persaudaraan kita. Jangan sampai perbedaan pendapat memecah belah kita. Kita berdiri bukan untuk diri sendiri, melainkan untuk rakyat yang membutuhkan suara. Tetaplah rendah hati, tetaplah teguh pendirian, dan jangan pernah lelah berbuat baik. Ingatlah filosofi kita: MANG — kenali dirimu, ANG — jalani dengan benar dan jujur, UNG — selaraskan ucap dan langkahmu. Jadilah MAUNG yang sesungguhnya — manusia unggul yang bermanfaat bagi sesama." Sambungnya.
"Teruslah tumbuh dan berkembang. Jangan puas dengan apa yang sudah ada. Hadirlah di setiap pelosok negeri di mana rakyat membutuhkan. Tapi ingat — tumbuhlah dengan akar yang kuat pada kebenaran. Berkembanglah tanpa kehilangan jati diri. Semoga setiap langkah kita senantiasa dalam ridha-Nya, dan setiap perjuangan kita menjadi amal yang dicatat kelak di hari pembalasan." Serunya
Terima kasih atas pengabdian kalian. Tetaplah istiqomah. Tetaplah menjadi cahaya di tempat yang gelap. "Semoga kita semua dipertemukan kembali dalam keadaan yang lebih baik, dan semoga akhir perjalanan kita semua husnul khotimah. Bersama rakyat, untuk kebenaran, hingga tetes darah terakhir." Ucapnya
LSM MAUNG hadir bukan untuk menggurui, melainkan untuk mengingatkan — sebagaimana makna namanya sendiri: menjadi pengingat, mata dan telinga masyarakat, pembela kebenaran. Semoga kita semua senantiasa eling dan waspada. Semoga di sisa waktu yang diberikan kepada kita, kita dapat memperbaiki diri, memperlakukan sesama dengan baik, dan kembali kepada jalan yang benar.
"Benar, Jujur, Lurus. Menjaga Ucap, Tekad, dan Langkah. Karena ke mana pun kita pergi, kita akan kembali kepada-Nya. Semoga langkah kita selalu di dalam keberkahan." Tutup orang nomor satu di DPP MAJNG mengakhiri
LSM Monitor Aparatur Untuk Negara dan Golongan (MAUNG) Mengingatkan dalam Kebenaran, Berjalan dalam Keadilan!
Publisher : TIM/RED
Penulis : TIM MAUNG
Ket Foto : Ilustrasi (Ist)



Komentar0